← Semua artikel

Stok opname tanpa menutup toko

Stok · 2026-10-06 · 5 menit baca

Hitung barang sambil kasir tetap berjualan. Kuncinya ada di cara menghitung selisih: terhadap stok saat hitungan selesai, bukan saat dimulai.

Kenapa toko sering tutup saat opname

Cara lama stok opname adalah menutup toko, menghitung semua barang, lalu membandingkan hasilnya dengan catatan. Toko ditutup karena kalau kasir tetap berjualan, angka di catatan terus berubah selama penghitungan, dan selisihnya jadi tidak bisa dipercaya.

Menutup toko setengah hari setiap bulan berarti kehilangan penjualan. Banyak toko akhirnya jarang opname, dan selisih stok menumpuk tanpa ketahuan.

Hitung sambil berjualan

Di Lamxo, kasir tetap bisa berjualan selama opname berlangsung. Petugas memindai atau mengetik jumlah tiap barang yang dihitung. Saat opname diselesaikan, selisih dihitung terhadap stok di sistem pada saat itu, bukan saat opname dimulai, jadi penjualan sebelum sebuah barang dihitung tidak membuat selisih palsu. Setiap selisih dicatat sebagai satu pergerakan stok jenis "opname", sehingga riwayatnya bisa ditelusuri.

Anda juga bisa memilih opname buta: petugas tidak melihat angka stok di sistem saat menghitung. Cara ini membuat petugas benar-benar menghitung, bukan sekadar mencocokkan dengan angka yang sudah ada di layar.

Tips supaya hasilnya bisa dipercaya

Hitung per rak atau per kategori, bukan seluruh toko sekaligus. Barang yang baru diterima dari pemasok sebaiknya dicatat penerimaannya dulu sebelum dihitung. Kalau barang yang sama ada di rak toko dan di gudang belakang, hitung keduanya dalam satu sesi opname yang sama.

Batasnya

Opname di Lamxo dilakukan per outlet; satu sesi tidak bisa mencakup beberapa outlet sekaligus. Barang yang terjual setelah dihitung tetapi sebelum opname diselesaikan akan tampak sebagai kelebihan stok, jadi selesaikan opname segera setelah rak terakhir dihitung, dan hitung ulang baris yang selisihnya besar sebelum menyimpan.

Coba Lamxo gratis untuk 30 transaksi per bulan dengan akun Izaaja Anda.